TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI WEB TDESIGN. SALAM BERBAHAGIA SELALU UNTUK SEMUA, SALAM SUKSES DAN SELAMAT BERAKTIVITAS.

LIHAT....PROFIL DESAIN YANG SUDAH KAMI KERJAKAN

PILIHAN HARGA JASA DESAIN

WELCOME HAK CIPTA,TDESIGN..Dilarang memakai/menggunakan seluruh isi/materi/desain dari blog ini tanpa ijin dari TDESIGN 085353782909 / 085722812597.Trims

PERHATIAN . !!

KEPADA YTH. BP. DEDI ALEXANDER..JIKA BAPAK BERITIKAD BAIK DAN MENGHORMATI PROFESI KAMI, SILAHKAN BAPAK KONFIRMASI MENGENAI JANJI DAN KEWAJIBAN BAPAK YANG BELUM BAPAK SELESAIKAN.HUBUNGI EMAIL KAMI. TERIMA KASIH TDESIGN 085353782909 / 085722812597.Trims

Minggu, 28 September 2014

MODEL DESAIN RUMAH TERBARU 2 LANTAI

dok. TDESIGN 2014

dok.TDESIGN 2014


Banyak pertimbangan ketika kita memutuskan untuk membangun rumah 2 lantai. Disini pertimbangan utama adalah perhitungan anggaran mencakup biaya pengadaan material dan upah tenaga kerja termasuk arsitek dan kontraktor. Namun berbeda jika kita hanya merenovasi rumah menjadi 2 lantai, artinya kita hanya meninggikan bangunan menjadi model rumah tingkat, tentu biaya yang kita butuhkan tidak sebesar membangun rumah 2 lantai secara keseluruhan. Mungkin kita hanya membutuhkan material bangunan untuk dak serta elemen-elemen lainnya.


Membangun rumah 2 lantai merupakan langkah paling efektif untuk menyiasati minimnya lahan dimana tidak mungkin mengembangkan bangunan secara horizontal. Banyak faktor yang mempengaruhi ketika seseorang memilih mengembangkan rumah menjadi 2 lantai, misalnya karena anggota keluarga bertambah atau ingin membuka bisnis dirumah sehingga membutuhkan 1 bangunan khusus untuk tempat usaha. Jika memang alasannya untuk kepentingan bisnis, umumnya lantai 1 digunakan untuk area usaha, sementara lantai 2 difungsikan untuk rumah tinggal. Terlepas apapun alasannya, rumah yang dibangun bertingkat sedikit banyak memberi solusi bagi kita yang membutuhkan hunian yang lebih lapang, nyaman, an tentunya multifungsi.

Biaya Pembangunan Rumah 2 Lantai

Setidaknya ada 2 sistem “ngedak” lantai rumah yaitu dengan sistem konvensional dan keraton (keramik Komposit beton). Namun saat harus merealisasikan sebuah bangunan, terdapat banyak alternatif metode serta bahan material yang digunakan. Dengan kata lain tidak hanya persoalan “ngedak” saja tapi sejak awal pembuatan pondasi, dinding, lantai, dan atap serta finishing bangunan itu sendiri. Intinya masalah tidak hanya berhenti pada mahal atau murahnya biaya, namun lebih bermuara pada masalah kondisi yang ada di lapangan.
Secara detail keraton merupakan salah satu material pengganti plat lantai konvensional yang berbentuk pelat rusuk pracetak yang memiliki bahan pengisi dari tanah liat yang dibakar dan bisa langsung dipasang. Material ini tidak perlu menunggu pengeringan yang memakan waktu lama seperti pada plat lantai konvensional pada umumnya. Tentu saja proses pengerjaannya jauh lebih cepat, namun kelemahannya adalah terdapat rongga-rongga ditengahnya sehingga bobotnya lebih ringan.

Selain keraton ada juga metode lain untuk “ngedak” lantai pada model rumah tingkat yaitu menggunakan pelat baja dengan struktur bergelombang, berfungsi sebagai bekisting tetap serta penulangan sistem satu arah pada pelat lantai. Para arsitek sering menyebut metode ini dengan istilah floor deck. Karena floor deck sendiri fungsinya sekaligus bekisting (sama seperti keraton), maka dibagian bawah kita tidak memerlukan lagi semacam kayu, bambu, besi perancah, atau penahan (scafolding) lainnya. Pada bagian bawah bisa langsung dikerjakan sambil menunggu cor dibagian atasnya mengering.

Untuk material pembuat dinding banyak alternatif pilihannya seperti bata hebel, bata konvensioanl, atau batako. Demikian juga dengan rangka atap lantai 2 kita dapat memilih rangka baja ringan, rangka kayu, atau beton. Semuanya itu belum termasuk pekerjaan finishing karena perlu kita ketahui banyak supplier yang menawarkan produk-produk untuk finishing rumah dengan segala keunggulannya.

Jika kita membangun rumah 2 lantai dengan teknologi terbaru serta material modern, maka dari sisi investasi tentu anggaran yang kita butuhkan juga semakin besar. Namun jika dilihat dari sisi proses pengerjaannya, bisa lebih cepat dan secara otomatis bisa mempersingkat waktu. Selain itu juga bisa lebih hemat dalam hal penggunaan material sekaligus juga mengurangi tenaga kerja. Jadi jika diperhitungkan secara matang, biaya pembangunan rumah 2 lantai dengan metode lama atau teknologi terbaru sebenarnya kurang lebih sama. Intinya apapun metode yang kita gunakan saat membangun rumah, yang harus diprioritaskan adalah perencanaan waktu, kondisi lapangan, serta pertimbangan dana yang akan dikeluarkan.

 Jika kita ingin membangun model rumah tingkat secara bertahap sebenarnya itu bukan langkah yang efisien. Pertimbangannya, jika kita terlebih dulu hanya membangun lantai bawah maka fungsi ruangan tidak jauh beda dengan rumah yang lama, mungkin dari sisi luasnya yang lebih besar, namun ruangan-ruangan yang difungsikan sebagai kamar tidur tidak mengalami perubahan (tidak bertambah). Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah material bangunan yang harganya akan terus merambat naik seiring berjalannya waktu. Belum lagi jika kita sudah terlanjur “mengedak” lantai 2, jika dibiarkan terbengkalai terlalu lama maka lambat laun akan keropos sehingga muncul kebocoran. Jadi, disarankan sebelum ada kesesuian anggaran yang dipersiapkan dengan jumlah biaya yang akan dikeluarkan, maka pengembangan rumah 2 lantai lebih baik ditunda sementara waktu.

dari berbagi sumber

Posting Komentar

RUMAH IDELA MINIMALIS 10X20 M2

RUMAH UKURAN 7 X 12.50 M2 ( 2 LANTAI )

DESAIN TERBARU RUMAH UKURAN 10 X 20 M2

PROMO DESAIN RUMAH MINIMALIS MEWAH 2 LANTAI

RUMAH IDEAL MINIMALIS 10X20 M2

PROMO RUMAH MINIMALIS 2 LANTAI 15 X 20 M2

RUMAH TIPE 70/120 (8X15 M2 )

RUMAH TIPE 70/136 ( 8 X 17 M2 )

INFORMASI TERBARU CLUSTER PITARA LOKA

GALERI TDESIGN 2015

SALAH SATU PROJECT RUMAH TERBANGUN DI TAHUN 2016